Jumat, 21 Agustus 2015

Produksi Musik Hip-Hop – 3 Langkah Dasar untuk Aransemen Musik Hip-Hop


Untuk memproduksi lagu Hip-Hop yang menarik pecinta musik bergantung kepada cara aransemen berbagai bagian lagunya. Lagu Hip-Hop yang umum terdiri dari tiga bagian: introduction, verse chorus, serta break.

  • Langkah pertama adalah memikirkan nuansa lagunya dan buat intro sepanjang 2, 4, atau 8 bar.
  • Bagian tengahnya adalah verse dan chorus sepanjang 8 sampai 16 bar. Chorus harus memiliki hook supaya pendengar Anda mengingat lagu Anda.
  • Bagian terakhir adalah break. Break memecah verse dan chorus yang monoton dengan menggunakan chord yang berbeda dan memiliki panjang 4-16 bar.

Untuk membuat lagu dengan verse 16 bar ditambah chorus 8 bar, salin 24 bar lagunya dan ulangi 24 bar lagi untuk membangun aransemen dasar verse dan chorus sebanyak dua kali. Anda bisa menambahkan break ke aransemen dasar ini dengan menambahkan atau mengurangi track yang tidak memiliki chord yang sama.

Untuk memperhalus transisi dari verse ke chorus, Anda bisa menambahkan drum fill yang dipotong agar terdengar keren. Tambahkan lebih banyak instrumen atau elemen di chorus kedua agar musik Anda memiliki lebih banyak variasi.

Dalam aransemen musik Hip-Hop, Anda bisa mengulangi struktur dasarnya. Tambahkan satu lagi verse dan chorus atau chorus saja dengan fade out pada bagian akhir lagu, atau tambahkan intro di langkah terakhir lagunya. Untuk efek lebih memukau, Anda bisa mempersingkat durasi barnya. Agar pendengar tetap tertarik dengan lagu Anda, Anda bisa membuat verse pertama sepanjang 8 bar dan verse kedua sepanjang 16 bar.

Untuk menyelesaikan aransemen musiknya, Anda bisa menambahkan vokal yang sesuai dengan beat. Buatlah musik Anda lebih menarik bagi pendengar dengan improvisasi menggunakan langkah-langkah dasar ini. Pastikan Anda juga melihat jasa aransemen murah kami untuk membantu kebutuhan Anda.

Artikel ini disadur dari: http://EzineArticles.com/2387012

Kamis, 13 Agustus 2015

Aransemen Musik Pop dan Rock

Rhythm dan lead guitar

Awali dengan gitar. Gitar sebaiknya diatur ke salah satu sisi sekitar 20%. Suara gitar harus lebih keras ketika solo dan bagian instrumental, dan lebih rendah saat ada vokal

Rhythm guitar sebaiknya berada di tengah dan rendah. Gitar ini sebaiknya diperlakukan sebagai bagian dari ritme dan digunakan untuk mendorong lagunya. Suara gitar ini tidak lebih keras daripada lead guitar atau gitar utama kecuali merupakan bagian inti dari lagu.

Bass guitar

Gitar bass diatur ke sisi yang berseberangan sebesar 10%. Suara ini sebaiknya cukup rendah sepanjang lagu. Suara bass harus bercampur dengan drum untuk menciptakan bagian ritme, kecuali merupakan bagian inti dari lagu.

Drums

Drum sebaiknya diatur berhubungan dengan dimana drum dipukul pada drum kitnya. Kick drum ada di tengah. Snare drum ada di sisi 10 sampai 50% tergantung lokasinya. Hi hat diatur kurang lebih 50% pada sisi yang bersangkutan dari drum kit. Cymbals bisa diatur dimana saja, dan begitu juga dengan perkusi lainnya. Sususan ini dibuat agar tercipta kesan sedang duduk di depan drum kit sambil dimainkan.

Keyboards

Keyboards diatur ke sisi yang sama dengan bass sekitar 30%. Gaya dari lagunya menentukan volume keyboard yang dimainkan. Tentunya saat solo keyboard atau bagian yang menekankan keyboard, suaranya harus lebih kencang.

Vokal

Vokal sebaiknya selalu dipasang di tengah. Saat verse dan chorus, vokal harus menjadi elemen paling nyaring dari lagu. Elemen tambahan vokal bisa diatur dan dipasang pada volume yang sesuai untuk mencapai efek yang diinginkan.

Anda bisa mengerjakan aturan-aturan diatas sendiri, atau Anda bisa menyewa jasa aransemen lagu kami. Kami akan mengerjakannya untuk Anda sehingga Anda mendapat hasil aransemen lagu yang memuaskan.

Artikel ini disadur dari: http://EzineArticles.com/1921536

Jumat, 07 Agustus 2015

Analogi Aransemen Lagu Menurut Mas Ari Zenal

Aransemen lagu merupakan bagian yang penting dari proses pembuatan lagu. Akan tetapi, tidak sedikit orang yang masih belum memahami apa itu aransemen. Untuk membantu Anda lebih memahaminya, simak penuturan analogi berikut dari Mas Ari Zenal, dari grup Facebook ArtSonica Arranger's Club:
Aransemen itu bisa di sederhanakan arti dan fungsinya:

Ibarat makanan, aransemen itu adalah bentuk penyajiannya.
Ibarat fashion, aransemen itu adalah jenis pakaian pada pemakainya.
Ibarat mesin, aransemen itu adalah body mobil/motor/pemotong rumput dll.
Ibarat tempat tinggal, aransemen itu adalah bentuk arsitektur bangunannya.

Bisa kita pahami bahwa aransemen itu adalah packaging/kemasan yang fungsinya untuk memaksimalkan tujuan dan manfaatnya. Jika diterapkan pada sebuah lagu, maka aransemen itu sebaiknya mengikuti 'passion' syair dan melodi lagu tersebut.

Jika ada syair dan melodi tentang semangat hidup misalnya, maka tidak mungkin diaransemen dengan melow, karena sudah tentu tidak akan maksimal ketercapaian tujuan dan manfaat lagunya. Intinya seorang arranger pun harus mampu memahami makna syair & melodinya.

Mengenai gaya aransemen, itu akan muncul sendiri sesuai karakter arrangernya (oiya ditambah kemauan klien juga deng...hehehe). Lalu tentunya kita tetap butuh belajar pemahaman teori, pengalaman teknis, sharing pertemanan, referensi, influens dll. Makanya setiap arranger pasti mempunyai ciri khas dan kelebihan masing-masing.

Maka dengan pemahaman seperti itu semoga kita menjadi percaya diri, tidak kebingungan dan akan mudah mengeluarkan ide-ide aransemen yang original ketika arranging.

Benar bahwa aransemen adalah kemasan yang harus mengikuti tujuan dan manfaat dari yang dikemas. Bila Anda membutuhkan aransemen untuk lagu Anda, pastikan Anda mendapat aransemen yang pas untuk jadi kemasan lagu Anda. Anda bisa menemukan informasi jasa aransemen lagu murah di situs kami yaitu JasaAransemenLagu.com.